SABLENG
Sableng dalam bahasa Indonesia berarti agak gila atau kurang waras. Bagi sebagian orang kata ini lebih condong berkonotasi negatif dan bermakna kurang baik karena terkesan menyatakan keadaan seeorang yang sakit secara mental atau psikis.
Lalu mengapa saya pakai kata sableng? Menurut saya sableng tidak berarti gila, juga bukan berarti tidak waras, hanya saja orang sableng itu bertindak dan berkata tidak sesuai dengan kebiasaan orang-orang berkata dan bertindak pada umumnya.
Dari pengertian saya tadi maka ada beberapa jenis manusia yang saya masukkan dalam kategori sableng. Diantaranya adalah para anti koruptor, para polisi jujur, politisi yang membela kepentingan rakyat, orang miskin yang dermawan dsb.
Anti koruptor adalah orang sableng, karena dia tidak melakukan korupsi di tengah masyarakat kita yang telah menjadikan korupsi sebagai budayanya.
Polisi jujur adalah orang sableng, karena dia tidak mau mencari-cari kesalahan orang lain di jalan demi sepiring sarapan pagi hari.
Politisi yang membela kepentingan rakyat juga sableng, karena dia lebih mementingkan rakyat daripada kepentingannya sendiri atau golongannya di tengah rimba politik negeri ini yang sarat dengan kepentingan pribadi, golongan, bahkan ada yang sampai rela dicaci dan dimaki hanya karena membela pimpinan partainya yang jelas-jelas terlihat abu-abu.
Orang miskin yang dermawan pastinya sableng. Biasanya orang kurang mampu lebih mementingkan dirinya daripada orang lain, sebab bagaimana mereka memikirkan orang lain sedang yang mereka punya untuk dirinya sendiri saja kurang. Maka orang miskin yang dermawan adalah seorang yang sableng karena mereka lebih memikirkan perut orang lain yang kelaparan saat perut mereka sendiri belum terisi makanan.
Menjadi sableng bukanlah sebuah penyakit pada jaman ini, melainkan sebuah pilihan dan jalan hidup yang bagi sebagian kecil orang merupakan kebiasaan dan sifat alami mereka yang dipandang sebagai keanehan bagi sebagian besar masyarakat kita. Mereka berbeda bukan berarti tidak beradab, justru mereka lebih beradab daripada kebanyakan dari kita yang mengaku sebagai manusia modern tapi justru terpaku pada kebiasaan hidup yang materialistis dan konsumeristis. Mereka lebih sopan daripada sebagian besar dari kita yang telanjang saat berpakaian lengkap.
Hidup Sablengers!!!
